Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 September 2009

Radiasi ponsel lebih sangat berbahaya

Ponsel atau yang sering saya sebut HP teryata mempunyai bahaya yang cukup mengagetkan, radiasi ponsel teryata bisa menyebabkan tumor otak, pemakai di atas 10 tahun sangat riskan terkena penyakit ini. tapi sepertinya barang yang satu ini tak bisa jauh dari hidup kita,ponsel sepertinya sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi kita semua kemanapun kita pergi tak bisa lepas dari alat yang satu ini.


Bahkan seorang profesor ahli bedah syaraf dari inggris vini khurana mengatakan bahaya radiasi ponsel telah membunuh orang lebih banyak daripada asap rokok dan asbes. Dia juga mengatakan kalau bisa orang sebaiknya mengurangi penggunaanya, dan juga pemerintah dan industri ponsel harus mengambil “langkah segera” untuk mengurangi eksposur radiasi elektronik terutama ponsel. Penilaiannya sebagian didasarkan pada kenyataan bahwa tiga miliar orang sekarang menggunakan ponsel di seluruh dunia, tiga kali sebanyak asap. Merokok membunuh sekitar lima juta di seluruh dunia setiap tahun, dan lainya asbes yang bertanggung jawab atas kematian sebanyak di Britania sebagai kecelakaan jalan.
Walaupun rasanya kita tak bisa lepas dari alat yang satu ini ada baiknya kita mempertibangkan beberapa alasan-alasan berikut ini, supaya kita lebih bisa selektif dalam penggunaanya.

1. Riset mereka sendiri menunjukkan ponsel menyebabkan tumor otak.
2. Riset yang mereka danai juga menunjukkan penggunaan ponsel mengatrol risiko tumor otak (2000-2002).
3. Studi Interphone secara konsisten menunjukkan penggunaan ponsel kurang dari 10 tahun melindungi penggunanya dari tumor otak.
4. Riset independen menunjukkan ada risiko tumor otak dari penggunaan ponsel.
5. Meski ada pemelintiran hasil yang sistemik di seluruh studi Interphone, risiko tumor otak yang signifikan dari penggunaan ponsel masih muncul.
6. Studi-studi kemandirian pendanaan industri menunjukkan apa yang bisa diharapkan apabila telepon nirkabel menyebabkan tumor otak.
7. Tingkat bahaya tumor otak dari penggunaan ponsel tertinggi terjadi pada anak-anak, dan semakin belia anak itu mulai mengenal telepon seluler, semakin tinggi risikonya.
8. Sudah banyak pemerintah yang mengingatkan akan bahaya penggunaan ponsel pada anak-anak.
9. Batas paparan ponsel hanya berdasarkan panas yang ditimbulkannya.
10. Perubahan dalam masalah kesehatan terkait dengan medan elektromagnetik sudah disepakati dalam parlemen Eropa.
11. Radiasi ponsel merusak DNA, sebuah sebab kanker yang tak terbantahkan.
12. Radiasi ponsel dapat ditunjukkan membocorkan penghalang otak-darah.
13. Panduan manual ponsel mengingatkan kepada penggunanya untuk menjauhkan ponselnya itu dari tubuh bahkan ketika ia tidak aktif sekalipun.
14. Komisi Komunikasi Federal di Amerika Serikat mengingatkan tentang penggunaan telepon nirkabel.
15. Kesuburan pria bisa rusak akibat radiasi ponsel.


Selasa, 19 Mei 2009

Aroma Parfum Lebih Berbahaya dari Asap Rokok?

Terdapat 500 lebih bahan kimia yang bisa meracuni tubuh menjadi bahan dasar parfum. Saat ini, sejumlah kantor, klub kesehatan, studio yoga, dan tempat umum dibuat peraturan harus bebas wewangian. Tidak hanya asap rokok, ternyata tempat-tempat ini juga melarang orang yang masuk memakai parfum dan wewangian lainnya. Pasalnya, dari hasil penelitian, parfum pun dapat menciptakan polusi udara, atau populer dikenal sebagai ‘polusi parfum’.

Dari hasil penelitian tersebut, tidak sedikit orang yang menderita asma, gangguan perpanasan lainnya, penyakit lingkungan, atau kelelahan berlebihan yang disebabkan terpapar wewangian parfum yang bertahan di udara meski telah lama disemprotkan.

Menurut Michelle Schoffro Cook, ahli gizi holistik dan naturopati sekaligus penulis buku kesehatan populer, mengatakan terdapat 500 lebih bahan kimia berbahaya yang menjadi bahan dasar pembuatan wewangian di parfum. Kebanyakan berasal dari bahan kimia sintetis yang diperoleh dari bahan petrokimia, dan telah terbukti mengandung neurotoxin (racun yang bisa merusak pembuluh darah atau syaraf otak). Dan, terdapat juga kandungan karsinogen (bahan yang dianggap sebagai penyebab kanker).

Penelitian ini amat mengejutkan. Bagaimana tidak? Hampir semua wanita, bahkan pria mengenakan parfum. Siapa sangka, banyak bahan kimia yang terkandung dalam parfum atau wewangian lain yang tak kalah berbahaya dibandingkan bahaya asap rokok.

Jika Anda bisa mencium aroma parfum, itu karena bahan molekul sintesis yang beracun dari parfum masuk lewat saluran pernapasan, yang langsung memberikan jalan menuju otak. Yang juga berbahaya, meskipun tidak mencium aromanya, Anda tetap menghirup bahan kimia dari paparan parfum.

Karena itu, otak atau organ tubuh paling vital ini bisa terganggu akibat aroma parfum ini. Sebenarnya, otak dilindungi oleh mekanisme yang tak bisa ditembus zat berbahaya. Sayangnya, hal ini tidak sepenuhnya bisa melindungi otak. Penelitian baru-baru ini menunjukkan system ini dapat membiarkan sejumlah racun lingkungan, termasuk yang terkandung dalam parfum yang dapat masuk ke otak.

Dan, jika sudah masuk ke dalam otak, beberapa racun baru bisa dihilangkan dalam waktu lama dan dengan pengobatan intensif. Kerusakan otak bisa berupa peradangan dan munculnya plak otak. Keduanya merupakan gangguan paling berbahaya pada otak.

Beberapa bahan kimia yang biasa terkandung dalam parfum, antara lain ethanol, benzaldehyde, benzyl acetate, a-pinene, acetone, benzyl alcohol, ethyl acetate, linalool, a-terpinene, methylene chloride, a-terpineol, camphor, dan limonene. Memang, sebagian dari bahan ini memang tidak berbahaya bagi tubuh. Tapi, sebagian lagi bisa menyebabkan otot tubuh tegang, lebih mudah marah, asma, sakit persendian, kelelahan, tenggorokan gatal, sakit kepala, batuk, dan iritasi kulit.

Jadi, aroma parfum atau wewangian tubuh lainnya yang dianggap bisa membuat pemakainya lebih atraktif, ternyata juga bisa mengganggu kesehatan. Setidaknya, untuk menyeimbangkan racun yang masuk ke dalam tubuh, sebaiknya Anda lindungi tubuh dengan asupan makanan yang mengandung antioksidan tinggi, seperti buah-buahan dan sayuran. (vivanews)

Kamis, 14 Mei 2009

Ingin Tulang Kuat? Jangan Cuma Minum Susu

Osteoporosis adalah momok bagi para wanita. Penyakit pengeroposan tulang ini memang lebih banyak memburu wanita. Oleh karena itu, selagi masih muda, kita harus banyak mengonsumsi nutrisi untuk menguatkan tulang. Agar tulang bebas osteoporosis.

Kita tak hanya perlu meminum susu tapi juga bahan makanan lain yang kaya kandungan kalsium. Selain diimbangi dengan nutrisi kaya kalsium, tulang juga perlu dilatih dengan olahraga supaya kuat.

Melatih tulang
Olahraga jalan kaki, jogging, latihan beban, bersepeda, berenang atau yoga bukan hanya menjaga bentuk tubuh dan menyehatkan jantung Anda. Dengan berolahraga, Anda juga menguatkan dan melententurkan tulang-tulang.

Saat Anda melompat, atau mengangkat beban, terjadi tekanan pada tulang-tulang. Hal itu memicu tulang untuk menghasilkan sel tulang baru. Sehingga tulang lebih padat dan kuat.

Perbanyak asupan kalsium
Mulai sekarang, jangan pernah melewatkan buah dan sayuran dari menu sehari-hari Anda. Buah dan sayuran adalah modal utama untuk mendapatkan nutrisi kalsium. Sumber kalsium tertinggi ada dalam sayuran arugula. Sayuran berdaun hijau ini biasa dipakai dalam salad.

Sayuran lain yang perlu Anda konsumsi untuk sumber kalsium antara lain bayam, brokoli, dan sayuran hijau lainnya.

Selain mengandung kalsium, sayuran tersebut juga mengandung potassium, magnesium,dan vitamin K. Tiga zat gizi ini sangat penting untuk menjaga tulang tetap sehat.

Hindari minum soda
Anda penggemar minuman bersoda? Mulai sekarang kurangi konsumsi minimal bersoda Anda. Meskipun tidak secara langsung buruk untuk tulang, jika dikonsumsi berlebihan bisa memicu keropos tulang.

Minuman bersoda mengandung asam. Untuk mengolahnya di dalam tubuh, sistem metabolism tubuh perlu menetralkannya. Terkadang harus mengambil cadangan kalsium di tulang untuk menetralkan asam tersebut. Minuman bersoda berbahaya jika dikonsumsi setiap hari. (vivanews)

Comments

Photobucket