Kali ini postingan yang berbau science..hehe.. karna temen elmo mosting di facebook soal ini, q jadi pingin bahas juga.. *emosi jiwa*
Para ilmuwan berhasil menciptakan darah sintetis yang dapat diproduksi secara tidak terbatas . Penemuan ini dapat memenuhi kebutuhan darah dari seluruh manusia dan tidak akan ada orang yang kekurangan darah lagi hanya karena tidak ada stok darah, ditambah juga, harga darah akan menjadi sangat murah sekali, sehingga banyak orang miskin yang sebelumnya tidak mampu, akan mampu membelinya. (Sumber Artikel)
Dibalik semua itu, ada nyawa yang dikorbankan. Para ilmuwan membutuhkan sel induk yang tidak lain diambil dari embrio manusia (cikal bakal bayi, setelah terjadinya pembuahan). Berikut kutipan dari artikel tsb:
”Wacana untuk menghancurkan embrio guna memproduksi sel induk memunculkan kritik dalam etika kedokteran. Namun, secara teori, satu embrio saja bisa dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan darah seluruh penduduk negara,” kata sang juru bicara.
Untuk mengambil sel induk ini, mereka harus menghancurkan sebuah (atau seorang) embrio. Dan banyak pihak yang meyakini bahwa dalam setiap embrio manusia, bahkan sejak terjadinya proses pembuahan, hidup atau jiwa dari manusia itu sudah ada di dalamnya, sehingga menghancurkan embrio manusia berarti membunuh manusia yang bersangkutan, dan ini adalah pelanggaran terhadap seluruh hukum di dunia khususnya, Hukum Allah yang ke-6 : Jangan Membunuh.
Di sisi lain, dengan mengorbankan seorang embrio manusia, darah yang dihasilkan akan dapat menyelamatkan ribuan bahkan jutaan manusia. Hal ini adalah pernyataan para ilmuwan bahwa mereka dapat memproduksi darah untuk penduduk 1 negara hanya dari seorang embrio manusia. Bila dikategorikan sebagai pengorbanan, ini adalah sebuah pengorbanan yang sangat besar dan sangat bermanfaat bagi begitu banyak orang.
Elmo secara pribadi sama sekali tidak setuju… bukankah hidup dan mati ditangan Tuhan? Kita manusia tidak punya hak untuk merenggut nyawa.. Lihat tuh gambar diatas.. “From God“…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar